PAUSEPATI adalah sebuah aktivitas membuat karya seni publik yang melibatkan warga Bandung dalam prosesnya. Program ini diinisiasi oleh Komunitas Mahasiswa Seni Rupa ITB, Fajar Abadi (seniman independen) dan BCCF (Bandung Creative Community Forum).
___________________________________________________________________________
Pada 25 Juni 2005, jembatan layang dengan konstruksi Cable-Stayed Bridge hadir di kota Bandung yang melintas sepanjang Pasteur hingga Surapati sepanjang 2,8 km. Jembatan ini adalah sebuah solusi untuk kemacetan di Bandung, dengan memotong lintasan yang sebelumnya memutar dan memakan waktu. Jembatan ini pun menambah kekayaan daftar landmark kota Bandung yang sekaligus menambah citraan kota menjadi kota yang berwawasan teknologi. Dalam sekejap landmark kota bandung bergeser dari Gedung Sate menjadi Jembatan Pasupati. Begitu juga dengan citra kota Bandung yang sarat dengan nilai-nilai historis dan budaya menjadi kota yang berteknologi. Fenomena ini lah yang mendorong kami untuk membuat Engagement Public Artwork Project ini.
PAUSEPATI secara filosofi adalah berhenti sebentar untuk berfikir dan mempelajari pertumbuhan, ruang, dan landmark kota yang mewakili citra kota dan warganya agar dapat mendukung kota dan pertumbuhannya seoptimal mungkin. Sehingga landmark kota tidak hanya sebagai citra hampa seperti semboyan kota yang juga tidak hanya menjadi ungkapan hampa.
Dalam artwork project ini kami akan membungkus tiang sentral Jembatan Pasupati dengan kain yang berasal dari kaos warga kota Bandung terutama dilingkungan edukasi baik formal ataupun non formal. Kaos dipilih karena Bandung sangat terkenal akan kaosnya secara kualitas hingga kuantitas bahannya dan juga desain dan perkembangan desainnya. Prestasi ini tidak hanya untuk nasional tetapi internasional juga. Kaos pun menjadi salah satu ikon kebanggaan kota Bandung. Selain itu, melalui wawasan, warga kota tidak hanya dapat memiliki, mendukung atau menjaga citra kotanya, masyarakat juga akan dapat memperkaya citra kotanya. Hal ini yang menjadi alasan kami melibatkan warga kota Bandung di lingkungan edukasi. Akan tetapi kaos-kaos yang digunakan dalam PAUSEPATI bukanlah kaos bekas melainkan kaos yang memiliki nilai pribadi ataupun memori pribadi. Hal ini kami maksudkan untuk menautkan tidak hanya kaos warga tapi juga memori, hati, dan emosi.
Membungkus dalam PAUSEPATI berarti memeluk, dan usaha menghangatkan pertumbuhan kota yang diwakili landmark kotanya dan semoga jahitan dari setiap kaos warga kota Bandung dapat menjadi jahitan kebertautan dalam hati dan pemikiran warga kota Bandung untuk kemajuan kota yang lebih baik, lebih nyaman.
Melalui PAUSEPATI, kami ingin membawa ruang kota sebagai ruang yang dimiliki warganya, membawa landmark kota, sebagai landmark yang dimiliki warga kotanya, tidak hanya secara kartu tanda penduduk, kewajiban, dan hak, melainkan juga kepemilikan, dan keterlibatan warga kota dengan landmark dan ruang kotanya secara emosi.
PAUSEPATI tidak hanya berhenti sampai pembungkusan. Setelah masa pembungkusan selesai, kain pembungkus akan diolah kembali menjadi produk-produk tekstil yang akan dipasarkan bersama oleh persahabatan Industri kreatif Bandung. Hasil keuntungan dari pejualan produk redesain tersebut akan digunakan untuk mendukung penanggulangan becana alam di jawa barat. Dukungan ini akan kami realisasikan dalam bentuk barang-barang yang mendukung kegiatan edukasi di daerah bencana tersebut. Agenda ini kami tujukan untuk memperluas pengaruh nyata dan semoga juga nyaman dari sebuah jalinan pertautan dalam persahabatan.
Dokumentasi perjalanan PAUSEPATI akan disajikan dalam bentuk pameran setelah penjualan produk redesain rampung. Hal ini kami maksudkan sebagai konsistensi kami untuk persahabatan antar warga kota Bandung, dan antara warga kota Bandung dengan ruang kota Bandung.
Posted in Introduksi
Tags: art, bandung, engagement art, jembatan, pasupati, pausepati, seni rupa, urban